Topik kita sekarang yaitu Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak. Kurang gizi dengan gizi buruk memang ga berbeda jauh, cuma aja imbas dari gizi buruk emang lebih mengerikan ketimbang kurang gizi. Gizi buruk bisa mendatangkan kematian Sedang kurang gizi probabilitas imbas yang dimunculkan hanyalah sakit pada bagian organ tertentu.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Secara umum, kurang gizi yaitu salah satu istilah dari penyakit malnutrisi energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan protein. Jadi kurang gizi dapat berimpak pada gizi buruk. Akan tetapi hal ini tergantung pada kualifikasi malnutrisi energi-protein yang mengemuka. Malnutrisi energi-protein ringan seringkali diistilahkan dengan kurang gizi. Sedang marasmus, kwashiorkor (kerapkali juga diartikan dengan busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai kekurangan energi-protein berat.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Apa saja kah perbedaannya dan gimana tanda-tanda masing-masing? Kurang gizi ialah penyakit yang paling banyak menimpa anak balita, lebih-lebih di negara-negara berkembang. Ciri – ciri kurang gizi ringan cenderung enggak pasti, hanya tampak bahwa berat badan anak-anak tersebut lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Kebanyakan berat badannya hanya sekitar 60% – 80% dari berat ideal. Adapun tanda klinis yang lazim menemaninya di antaranya:

  • pertumbuhan berat badan berkurang, stagnan, atau malah menurun,
  • ukuran lingkaran lengan atas memburuk,
  • maturasi tulang telat,
  • rasio berat terhadap tinggi, normal atau relatif berkurang, dan
  • tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Gizi Buruk

Kasus gizi buruk sudah jadi topik kita sehari-hari. Banyak sekali para bayi yang mengalami gizi buruk yang kemudian menjalani perawatan di rumah sakit. Malah banyak pula anak-anak yang hasilnya meninggal dunia sebab gizi buruk. Berkutat pada masalah di atas jika buah hati teman-teman semua masuk ke dalam golongan di bawah berat badan rata-rata, apakah dinamakan menderita gizi buruk?

Buat, menjawab pertanyaan ini maka kamu mesti kenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan gizi buruk. Apa itu gizi buruk? Gizi buruk merupakan suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan gizi. Entah itu diakibatkan si kecil gak berkeinginan makan, tidak adanya makanan bernutrisi atau ga sanggupnya ayah dan ibu membelikan gizi buat bayinya.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Sebab kebanyakan bayi dan anak yang menderita gizi buruk punya status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Nutrisi itu dapat berbentuk protein, karbohidrat dan kalori. Sedang di Indonesia, masalah gizi buruk karena KEP (Kurang Energi Protein) ialah persoalan utama untuk balita-balita.

Permasalahan gizi buruk benar-benar serius untuk dibahas sekarang ini. Why? Sebab problematika gizi buruk bisa berakibat pada kematian anak. Emang banyak unsur yang mengakibatkan terjadinya problem malnutrisi. Badan Dunia buat pendanaan bagi anak atau Unicef (United Nations Children’s Fund) memberitahukan terdapat 2 pemicu langsung munculnya persoalan gizi buruk, yaitu minimnya asupan gizi dari makanan dan imbas munculnya penyakit yang mengundang infeksi.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Minimnya asupan gizi bisa diakibatkan oleh terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya enggak memenuhi zat gizi yang dibutuhkan sebab alasan sosial dan ekonomi, yakni kemiskinan. Adapun malnutrisi yang timbul impak penyakit disebabkan rusaknya beberapa fungsi organ tubuh sehingga tak bisa meresap zat-zat makanan secara baik.

Faktor ketersediaan makanan yang bergizi dan relatif murah oleh masyarakat jadi faktor utama dalam pemenuhan asupan gizi yang layak di samping perilaku dan kultur dalam pengolahan makanan dan pengasuhan buah hati. Pengelolaan lingkungan yang jelek dan pemeliharaan kesehatan yang tidak memadai juga jadi pemicu merosotnya taraf kesehatan yang memungkinkan timbulnya berbagai ragam penyakit.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Berdasarkan Ikatan Dokter balita Indonesia (IDAI) menyampaikan, terdapat beberapa faktor pemicu balita atau anak kena gizi buruk terutama balita. Faktor-faktor itu adalah :

  1. faktor keluarga miskin,
  2. faktor ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi balita atau anak, dan
  3. faktor penyakit turunan pada anak balita, misalnya jantung, TBC, HIV/AIDS, saluran pernapasan, dan diare.

Di samping beberapa faktor penyebab bayi terkena gizi buruk di atas, kekurangan gizi pada anak balita dapat pula sebab kekejaman perang.

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

Penghitungan Status Gizi Buah Hati

Jikalau cemas apakah balita mengalami gizi buruk atau tidak maka kamu wajib memastikannya dengan cara mengatur status gizi si kecil. Gimana kaidah mengevaluasi status gizi buah hati? Banyak teknik yang dapat dilaksanakan untuk penentuan status gizi pada bayi dan anak. Berikut ini ialah tiga kaidah penghitungan status gizi balita atau anak :

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

1. Penentuan status gizi berdasarkan berat badan (kg)

Mengukur status gizi menurut berat badan bisa dijalankan dengan gampang. Kalian hanya harus menimbangkan buah hati. Untuk tahu apakah si kecil kamu termasuk ke dalam klasifikasi berat badan kurang, lebih atau ideal maka lihat tabel berat badan berdasarkan umur di bawah ini:

UMUR BERAT BADAN
Tahun Bulan Normal
(baku 80%)
Kurang
(baku 60%)
Buruk
(baku)
0 3,4 2,7 2,0
1 4,3 3,4 2,5
2 5,0 4,0 2,9
3 5,7 4,5 3,4
4 6,3 5,0 3,8
5 6,9 5,5 4,2
6 7,4 5,9 4,5
7 8,0 6,3 4,9
8 8,4 6,7 5,1
9 8,9 7,1 5,3
10 9,3 7,4 5,5
11 9,6 7,7 5,8
1 0 9,9 7,9 6,0
3 10,6 8,5 6,4
6 11,3 9,0 6,8
9 11,9 9,6 7,2
2 0 12,4 9,9 7,5
3 12,9 10,5 7,8
6 13,5 11,2 8,1
9 14,0 11,7 8,4
3 0 14,5 11,9 8,7
3 15,0 12,0 9,0
6 15,5 12,4 9,3
9 16,0 12,9 9,6
4 0 16,5 13,2 9,9
3 17,0 13,6 10,2
6 17,4 14,0 10,6
9 17,9 14,4 10,8
5 0 18,4 14,7 11,0

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

2. Penghitungan status gizi berdasarkan tinggi (cm)

Tinggi badan adakalanya termasuk indeks seorang balita kekurangan gizi. Bisa saja memang gen atau keturunan dari orang tua yang mempunyai badan pendek. Namun walau demikian tinggi badan juga dapat jadi faktor dan ciri balita kena gizi buruk. Untuk mengetahui apakah balita atau anak kawan-kawan semua termasuk ke dalam klasifikasi tinggi badan kurang, lebih atau ideal maka lihat tabel tinggi badan menurut umur di bawah ini:

UMUR TINGGI (cm)
Tahun Bulan Normal
(baku 80%)
Kurang
(baku 60%)
Buruk
(baku)
0 60,5 43,0 35,0
1 65,0 46,0 38,0
2 68,0 49,0 40,5
3 60,0 51,0 42,0
4 62,0 53,5 43,5
5 64,5 54,5 45,0
6 66,0 56,0 46,0
7 67,5 57,5 47,0
8 62,0 52,0 48,5
9 70,5 60,0 42,5
10 72,0 61,5 50,5
11 73,5 63,0 51,5
1 0 74,5 54,5 52,5
3 78,0 65,5 54,5
6 81,5 70,0 57,0
9 84,5 72,0 60,0
2 0 87,0 74,0 61,0
3 88,5 76,0 62,5
6 92,0 78,0 64,0
9 94,0 80,0 66,5
3 0 96,0 82,0 67,0
3 98,0 83,5 88,5
6 99,5 84,5 70,0
9 101,5 85,5 71,0
4 0 103,5 87,5 72,0
3 105,0 89,5 73,5
6 107,0 90,0 74,5
9 108,0 91,5 75,5
5 0 109,0 92,5 76,0

Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak

3. Pengaturan status gizi berdasarkan lingkar lengan atas

Evaluasi lingkar lengan atas betul-betul berbanding lurus dengan penimbangan badan. Seandainya berat badan ideal maka lingkar lengan atas pun akan ideal. Begitu juga sekiranya berat badan kurang maka lingkar lengan atas kurang dari ideal. Buat mengerti kriteria baku lingkar lengan atas maka lihatlah tabel Standar Baku lingkar Lengan Atas (LLA) menurut umur di bawah ini.

UMUR Standar (cm) 85% (cm) 70% (cm)
Tahun Bulan
0 6-8 14,75 12,50 10,50
0 9-11 15,10 13,25 11,00
1 16,00 13,50 11,25
2 16,25 13,75 11,50
3 16,50 14,00 11,60
4 16,75 14,25 11,75
5 17,00 14,50 12,00

Sumber: Pedomon Ringkos Pengukuran Antropometri

Demikian info berkaitan dengan Tiga Teknik Menentukan Status Gizi Anak-Anak, semoga artikel ini bermanfaat buat Anda. Tolong artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya